Selasa, 02 Juni 2009

Skrining Bakteri

Beberapa bakteri ada yang memiliki kemampuan untuk menghambat atau membunuh bakteri lain yang biasa disebut bakteri probiotik. Bakteri probiotik dapat menghasilkan asam amino atau zat antibiotik lainnya yang membuat tubuh manusia rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen. Mekanisme kerja probiotik dapat dibagi menjadi beberapa cara yaitu, produksi senyawa inhibitor, kompetisi terhadap senyawa kimia atau sumber energi (nutrisi), kompetisi terhadap tempat pelekatan, peningkatan respon imun (kekebalan), perbaikan kualitas air, dan interaksi dengan fitoplankton (Gomez-Gil, 2000 dalam Tepu, 2006).

Skrining atau penapisan bakteri probiotik untuk kegiatan pemeliharaan larva hewan akuatik dapat mencakup beberapa tahap berikut :

1. Pengumpulan informasi dasar.

2. Pengumpulan probiotik potensial.

3. Evaluasi terhadap kemampuan probiotik potensial berkompetisi dengan galur patogen.

4. Pendugaan patogenisitas probiotik potensial.

5. Evaluasi pengaruh probiotik potensial pada larva.

6. Analisis ekonomi biaya-laba (Gomez-Gil, 2000 dan Roque, 1998).

Teknik skrining bakteri probiotik menggunakan dua metode yaitu :

1. Metode kertas cakram, kelebihannya yaitu, kemampuan bakteri probiotik untuk menghambat bakteri pathogen dapat ditentukan dari zona bening yang dihasilkan. Namun memiliki kelemahan yaitu, tidak dapat menghitung jumlah bakteri yang ada.

2. Metode kultur bersama, kelebihannya dapat menentukan jumlah bakteri.

Prosedur Kerja

Metode Kertas Cakram

Disuspensikan satu koloni tunggal bakteri pathogen (Ex : Vibrio harveyi) pada 1 ml larutan garam fisiologis, disebarkan sebanyak 0,1 ml pada media SWC (Sea Water Complete)-agar, dan dibiarkan beberapa menit hingga kering. Setelah itu, disuspensikan satu koloni tunggal bakteri kandidat probiotik 1UB (Pseudoalteromonas) dan dicelupkan kertas cakram. Kemudian ditaruh di atas permukaan media SWC-agar yang sudah mengandung bakteri pathogen. Diinkubasikan semalam pada suhu ruang, diamati, dan diukur zona bening yang terbentuk.

Terbentuknya zona bening pada kertas cakram mengindikasikan bahwa terdapat pertumbuhan bakteri probiotik dan penekanan pertumbuhan bakteri patogen. Mekanisme penghambatan mikroorganisme oleh senyawa antimikroba dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, gangguan pada senyawa penyusun dinding sel, peningkatan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan kehilangan komponen penyusun sel, menginaktivasi enzim, dan destruksi atau kerusakan fungsi material genetik (Ardiansyah, 2007 dalam Beritaiptek, 2008).

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah. 2007. Antimikroba dari Tumbuhan. www.beritaiptek.com [1 Juni 2008].

Gomez-Gil B, Roque A. 1998. Selection of Probiotic Bacteria for Use in Aquaculture. Di dalam : Flegel TW, editor. Advances in Shrimp Biotechnology. Proceedings to the Special Session on Shrimp Biotechnology, 5th Asian Fisheries Forum; Chiengmai, Thailand. Bangkok : National Center for Genetic Engineering and Biotechnology. hlm 175.

Tepu I. 2006. Seleksi Bakteri Probiotik untuk Biokontrol Vibriosis pada Larva Udang Windu (Pennaeus monodon) Menggunakan Cara Kultur Bersama. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Minggu, 17 Mei 2009

Uji Mikrobiologis Air

Populasi mikroba di alam sangat besar dan kompleks. Beratus-ratus spesies dari berbagai mikroba biasanya menghuni bermacam-macam tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Salah satu mikroba tersebut adalah bakteri. Bakteri memiliki tiga macam bentuk yaitu kokus (bulat atau bola), basil (batang), dan spiral (Fardiaz, 1989).

Sifat bakteri ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan. Dikatakan menguntungkan karena bakteri dapat melakukan proses pembusukan sampah agar tidak menumpuk, sebagai antibiotik, indikator pencemaran, dan sebagainya. Sedangkan dikatakan merugikan karena bakteri dapat menimbulkan penyakit untuk beberapa spesies. Walaupun begitu, mikroba khususnya bakteri sengaja ditumbuhkan pada sebuah medium. Medium yang digunakan adalah medium yang ketersediaan nutriennya tercukupi seperti air, karbon, energi, mineral, dan faktor tumbuh untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri. Suatu bakteri dikatakan pathogen jika bakteri tersebut telah membentuk suatu koloni. Koloni didapatkan jika berada pada lingkungan buatan, sedangkan jika berada di alam konsentrasi bakteri pathogen menjadi rendah dan sulit untuk dideteksi. Oleh karena itu dilakukan analisis mikrobiologi untuk mengidentifikasi bakteri pathogen.

Uji mikrobiologi air dapat dianalisis berdasarkan organisme penunjuk/ indicator organism. Syarat organisme indikator antara lain yaitu, terdapat pada air yang tercemar, mempunyai kemampuan bertahan hidup yang lebih besar dari pathogen, terdapat dalam jumlah yang lebih banyak daripada pathogen, dan mudah dideteksi dengan teknik laboratorium yang sederhana. Biasanya yang digunakan sebagai indikator yaitu dari jenis Escherichia coli (E. coli atau coli tinja) dikarenakan terdapat hanya dan selalu terdapat dalam tinja.

Bakteri Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif yang tahan hidup dalam media yang kekurangan zat gizi (Rahayu, 2000). Susunan dinding sel bakteri gram negatif memiliki struktur dinding sel yang lebih kompleks daripada sel bakteri gram positif. Bakteri gram negatif mengandung sejumlah besar lipoprotein, lipopolisakarida, dan lemak (Schlegel, 1993). Adanya lapisan-lapisan tersebut mempengaruhi aktivitas kerja dari zat antibakteri. Menurut Escherich (1885) dalam Wikipedia (2008), bakteri E. coli ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

Filum : Proteobacteria

Kelas : Gamma Proteobacteria

Ordo : Enterobacteriales

Famili : Enterobacteriaceae

Genus : Escherichia

Spesies : Escherichia coli.

Bakteri E. coli merupakan organisme yang normal terdapat dalam usus manusia sehingga keberadaannya bukan merupakan masalah. Namun, beberapa strain tertentu dari bakteri ini dapat menimbulkan penyakit seperti diare, muntaber, dan gangguan pencernaan lainnya. Hal ini berkaitan dengan kemampuan strain ini dalam membentuk enterotoksin yang berperan dalam mengeluarkan cairan dan elektrolit (Wikipedia, 2008).

Total E. coli terdiri dari :

1. E. coli yang berasal dari tinja (disebut coli tinja) atau disebut juga coli fecal (baru tercemar tinja).

2. Bakteri-bakteri lain selain E. coli (disebut coliform), seperti : Klebsiella sp., Enterobacter freundii, Aerobacter aerogenes. Atau disebut juga coli nonfecal (pernah tercemar tinja).

Standar analisis air untuk mengetahui bahwa air itu berkualitas baik atau tidak ada 3 tahap uji, yaitu :

1. Uji duga (presumptive test)

Uji ini ditujukan untuk mendeteksi mikroorganisme yang dapat memfermentasi laktosa menghasilkan asam dan gas. Mikroorganisme itu kemudian diduga sebagai bakteri coliform.

2. Uji penguat (confirmed test)

Uji ini melanjutkan tahap 1 yaitu dengan membuat piaraan agar tulang dari piaraan laktosa cair pada media agar selektif dan diferensial yaitu Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Koloni E. coli tampak berwarna hijau metalik, dan disebut sebagai koloni tipikal, tipe lain disebut atipikal.

3. Uji lengkap (completed test)

Uji ini dilakukan pembuatan piaraan cair dalam media laktosa dari koloni tipikal pada media EMBA dengan tujuan mendeteksi mikroorganisme yang diduga E. coli untuk memfermentasi laktosa juga diamati morfologinya.

Medium EMBA merupakan medium diferensial , yaitu medium yang dapat memisahkan antar koloni bakteri yang berbeda dan digunakan sebagai media isolasi dan identifikasi. Medium ini digunakan untuk bakteri coliform (bakteri yang sebagian besar terdiri dari bakteri E. coli), yang salah satunya dapat memfermentasi laktosa, dari koloni yang berwarna biru kehitaman menjadi koloni yang berwarna hijau metalik (Marietta, 2008).

DAFTAR PUSTAKA

Fardiaz S. 1989. Mikrobiologi Pangan. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Marietta. 2008. EMBA. www.marietta.edu [13 Mei 2008].

Wikipedia. 2008. Escherichia coli. www.id.wikipedia.org [13 Mei 2008].

Instansi Vs Demokrasi

Demokrasi adalah kebebasan seseorang untuk mengungkapkan pendapat, berkarya, ataupun yang lainnya namun masih dapat ditoleransi. Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa demokrasi juga perlu dibatasi dalam batas-batas yang masih dapat ditolerir. Contoh dari demokrasi ini saya ambil kata instansi. Instansi atau kelembagaan adalah sekumpulan orang yang terlibat dalam suatu bentuk wadah seperti organisasi dimana terdapat pembagian tugas dan kewajiban yang jelas. Seperti pengertian yang telah dipaparkan maka ciri-ciri instansi yaitu memiliki pembagian tugas dan kewajiban yang jelas. Contoh-contoh dari instansi yaitu, KPK, DPR, Universitas, ataupun bentuk organisasi lainnya. Namun kata instansi saat ini disalah artikan oleh banyak orang mungkin termasuk saya dan termasuk di negeri tercinta ini yaitu, Indonesia yang katanya berdasarkan demokrasi. Saya mencoba mengambil contoh yang sekarang ini marak dibicarakan di media masa yaitu masalah ketua KPK yaitu Antasari Ashar yang katanya terlibat pembunuhan seorang pengusaha yang bernama Nasruddin. Kemudian keterlibatan anggota DPR terhadap kasus korupsi, pornografi, ataupun kekerasan. Atau contoh sederhana yang dialami oleh saya sendiri seperti saya melakukan kesalahan namun kemudian saya dikaitkan dengan suatu instansi dimana menurut saya instansi tersebut tidak bersalah. Saya disini tidak membicarakan masalah politik, hukum, atau apapun, tetapi yang saya bicarakan disini yaitu masalah arti kata instansi. Sering orang maupun media masa menyalah artikan kata instansi. Banyak orang mengaitkan seseorang ke dalam suatu instansi. Seperti contoh di atas, orang yang terlibat seharusnya adalah Antasari Asharnya bukan KPKnya, anggota DPRnya bukan DPRnya, dan saya sendiri bukan instansi yang saya ikuti, atau dapat dikatakan Instansinya.

Saya disini juga sempat menyesal, merasa bersalah, dan sedih jika sebenarnya orang yang kebetulan terlibat dalam suatu kasus tetapi membawa juga nama instansi yang belum tentu terlibat dalam suatu kasus tertentu. Apakah Anda juga sering melibatkan kasus seseorang dengan sebuah instansi yang belum tentu bersalah?? Jika ya segeralah bertobat. Saya disini bukannya bermaksud untuk membela nama instansi atau apapun. Namun saya hanya bermaksud meluruskan yang benar dan yang salah khususnya kepada media masa yang merupakan sarana seseorang untuk mendapatkan informasi. Salam damai dari penulis yang menginginkan dan memimpikan terciptanya demokrasi dalam arti sebenarnya. Peace!!!

Senin, 13 April 2009

Karakterisasi Fungi

Fungi adalah organisme heterotrofik yang berfilamen. Fungi dalam perairan mempengaruhi kesehatan ikan. Ikan yang terinfeksi fungi tidak akan dapat bertahan hidup lebih lama. Bahkan infeksi ini dapat dapat tersampaikan pada individu yang berada pada waktu dan tempat yang sama. Infeksi ini dapat menyebar melalui spora yang dikeluarkan oleh fungi. Apabila penyebaran fungi tidak segera di atasi maka penurunan kualitas dan kuantitas ikan kultur kemungkinan besar akan terjadi. Salah satu cara mengatasi penyebaran infeksi fungi ini dengan mengetahui terlebih dahulu morfologi dari fungi itu sendiri sehingga selanjutnya dapat diidentifikasi fungi yang menginfeksi ikan tersebut.

Fungi memiliki ciri-ciri penting yaitu, tidak mengandung klorofil, mempunyai inti sel, memproduksi spora, dan dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual. Tubuh terdiri dari miselium. Miselium merupakan kumpulan dari beberapa hifa. Sedangkan hifa sendiri merupakan filamen.

Hifa pada fungi terdapat tiga bentuk menurut Samsuri (2000), yaitu :

· Hifa aseptat yang tidak memiliki dinding sekat atau septum

· Hifa septat dengan sel-sel uninukleat yaitu sekat yang membagi hifa menjadi ruang-ruang/ sel-sel yang berisi nukleus tunggal

· Hifa septat dengan sel-sel multinukleat yaitu hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam satu ruang

Hifa berdasarkan sifatnya :

· Hifa vegetatif untuk pertumbuhan somatic saja dengan mengambil makanan dari luar

· Hifa fertil untuk reproduksi

Yeast VS Kapang (Samsuri, 2000)

Yeast :

· Sifat uniseluler dan mikroskopis

· Ditemukan pada lingkungan yang berkadar gula dan pH rendah

· Memiliki dinding sel yang serupa dengan bakteri

Kapang :

· Multiseluler dan ada yang mikroskopis dan makroskopis

· Terdapat pada tempat lembab

· Memiliki dindnig sel yang kaku

Fungi yang menyebabkan penyakit pada ikan yaitu :

  • Saprolegnia adalah fungi yang menyerang pada ikan dan telurnya dan bersifat parasit.
  • Aphanomyces adalah salah satu fungi yang menyebabkan penyakit EUS (Ulcerative Epizootic Syndrome).
  • Achlya mirip seperti Saprolegnia.
Suatu penghargaan besar dari saya untuk Anda karena telah bersedia masuk di blog ini. Saya akan mencoba dan berusaha memberikan yang terbaik untuk Anda............... Selamat menikmati...............